Menambah kekuatan sex dengan ciuman

Dalam kitab Kamasutra diajarkan teknik dan bentuk ciuman beserta sensasi
nikmat yang ditimbulkannya. Ciuman merupakan bahasa cinta yang klasik,
ia mampu mengekpresikan berbagai bentuk rasa cinta dan sayang seseorang
terhadap pasangannya. Dengan ciuman permainan cinta dapat menimbulkan
sensasi yang luar biasa. Sebab dalam mulut terletak berjutajuta sel
syaraf pengerak nafsu seks. Mulut memiliki sensor yang sangat peka,
karenanya bentuk permainan cinta akan semakin terasa mengirahkan dan
memuaskan. Berciuman bentuk perilaku paling indah saat anda berhubungan.
Pada kondisi itu perasaan akan ikut menyatu. Berikut beberapa teknik
berciuman yang di kembangkan secara turun temurun sebagai sebuah tradisi
bercinta dalam kamasutra.

A. CIUMAN PEMBUKA
Jenis ciuman ini dapat dilakukan secara rileks sebagai tahap awal
melakukan aktivitas seks. Meski rileks, jenis ciuman ini bisa memberikan
perasaan mesra di antara pasangan. Ciuman ini dilakukan dengan mulut
masih tertutup, dan beradu antara bibir dengan bibir. Dilakukan dengan
penuh kelembutan. Untuk menambah sensasi rasa, bisa dilakukan dengan
mata terpejam.Obyek ciuman pembuka tidak selalu harus di bibir tapi bisa
di pipi, kening,l eher, rambut bahkan tanggan.

B. CIUMAN KERING
Ini merupakan tingkatan lanjutan setelah ciuman pembuka. Tekniknya
adalah dengan sedikit membuka mulut saat berciuman, hembuskan sedikit
angin melalui mulut kemudian tempelkan dengan lembut dan perasaan mesra.
Tahanlah sebentar untuk menikmati getaran-getaranya. Setelah itu angkat
perlahan - lahan dan lakukan gerakan tersebut berulang-ulang.

C. CIUMAN BASAH
Ciuman ini dilakukan dengan mulut membuka, kemudian dibasahi mulut
dengan lidah dengan gerakan memutar sehinggabibir terlihat basah dan
merekah oleh jilatan. Setelah bibir dirasa basah ciumkan pada
bagian-bagian tubuh pasangan anda. Dalam mencium mainkan lidah anda
sehingga menyentuh bibir atau kulit tubuh pasangan anda. Selain
membasahi daerah-daerah seperti disebutkan diatas juga bisa dilakukan di
punggung pasangan anda.

D. MODEL KULUM
Model ciuman dengan cara mengulum ini sangat nikmat dan bisa dengan
cepat menaikkan birahi,yaitu dengan mulut di ciumkan kemudian lidah
digerak-gerakkan seperti mengulum permen. Caranya majukan ujung bibir
dan buka sedikit kemudiandisusul dengan lidah masuk ke daerah obyek
kuluman. Lakukan gerakan gerakan lidah dengan menyentuhkan bagian lidah
bagiab atas maupun bawah sedikit memberikan tekanan-tekanan, terus
lakukan memutar lidah sehingga tersentuh bagian lidah bagian atas dan
bawah secara bergantian. Bagian tubuh yang paling sensitif dengan model
kuluman ini adalah ; mulut bagian dalam (saling mengulum), puting
payudara, klitoris, ujung jari dan ujung telingga.

E. MODEL SEDOT
Apa yang dilakukan dalam ciuman model sedot ini hampir sama dengan
ciuman model kulum,cuma jika model kulum mengunakan lidah di ciuman
medel sedot yang di gunakan adalah mengandalkan tenaga bibir untuk
menyedot seperti saat anda menyedot minuman,atau seperti pada bayi yang
menyusu. Penekanan teknik ini adalh pada otot-otot sekitar mumut,pipi
dan leher. Tekniknya adalah dengan melakukan ciuman sembari melakukan
sedotan pada bagian tubuh seperti bibir atas bawah, puting payudara,
dada dan leher.

F. MODEL GIGITAN
Teknik ini adalah upaya untuk tingkatan lanjut sebagai cara meningkatkan
birahi saat anda menjalani proses berhubungan intim. Caranya adalah
dengan memberikan sedikitgigitan lembut pada daerah-daerah rangsangan
pasangan anda.Jika gigitan tersebut dipadu dengan jilatan lidah maka
sensasi yang ditimbulkan akan semakin terasa menyengat. Gigit diantara
gigi anda sebentar lalu lepaskan dan ulangi segera. Bekas gigitan dengan
warna merah akan menjadi kenangan indah setelah melakukan hubungan
seks.Model ciuman dengan gigitan ini bisa anda lakukan di daerah sekitar
dada, payudara, punggung, leher, serta paha. Lakukan eksplorasi atas
berbagai teknik serta model berciuman di padu dengan insting bercinta
yang anda miliki. Pindahkan ciuman ke bagian bagian lain setelah bentuk
serta model ciuman yang pertama 'selesai' dan biarkan ini berlanjut
sehingga terjadibitahi puncak dan ereksi total pada diri anda dan
pasangan se belum melakukan hubungan seks.

for adult only 18+

20 Variasi Ciuman

20 Variasi Ciuman

Ciuman memang bukan tindakan yang bisa diatur-atur, keinginan untuk mencium seringkali timbul begitu saja karena Anda begitu menyayangi seseorang. Tapi jika ada gaya ciuman tertentu yang dapat membuatnya amat nyaman sehingga ia begitu dapat menikmatinya sampai meninggalkan kesan yang mendalam, boleh-boleh saja jika Anda praktekkan. Mudah-mudahan Dia semakin sayang pada Anda…

Butterfly Kiss:
Mencium bagian tubuh si dia dengan mengedip-ngedipkan bulu mata hingga pasangan terasa geli. Ciuman ini bisa diberikan di pipi, ujung bibir, dahi atau perut.

Cheek Kiss:
Biasanya ciuman ini diberikan pada saat kencan pertama sebagai tanda "aku suka padamu". Ciuman pipi ini bisa semakin mesra jika Anda tahu caranya, letakkan tangan Anda di pundaknya lalu sebelum mencium usap dulu pipinya dengan bibir Anda, lakukan dengan penuh kelembutan.

Eskimo Kiss:
Ciuman dengan cara saling menggosokkan hidung Anda dengan pasangan. Biar lebih seru dan seperti di Eskimo, lakukan di depan kulkas yang terbuka!

Eyelid Kiss:
Sementara pasangan Anda sedang tidur, ciumlah kelopak matanya yang tertutup dengan sangat perlahan dan mesra. Ciuman yang sederhana tetapi bisa berarti sangat mendalam bagi si dia…

Freeze Kiss:
Ciuman yang dilakukan setelah bibir ditempeli es batu. Dingin tapi menyenangkan! Ada cara lain yang tak kalah serunya, Anda dan pasangan berciuman sambil memainkan es batu dengan lidah di dalam mulut.

Earlobe Kiss:
Ciumlah pasangan Anda tepat di telinganya, tapi jangan bersuara! Cukup dengan hembusan nafas saja karena suara Anda akan membuatnya terperanjat.

The Whipped Cream Kiss:
Merupakan jenis ciuman yang menggairahkan dan penuh nafsu. Celupkan jari Anda ke dalam whipped cream, lalu jilat jari Anda secara perlahan-lahan. Selanjutnya Anda dan pasangan saling berpelukan dan berciuman, ciuman yang manis karena di mulut Anda masih
tersisa citarasa whipped cream.

Foot Kiss:
Ciuman romantis yang penuh ‘isyarat’. Mungkin pasangan Anda akan sedikit geli, jadi buatlah si dia merasa lebih rileks dan menikmati setiap ciuman Anda. Caranya, pijat-pijat dulu kakinya sembari dielus lalu mulailah aksi ciuman Anda dari bawah ke atas.

Quickie Kiss:
Ciuman singkat yang dapat Anda berikan di saat Anda benar-benar sibuk. Kecup hidungnya lalu kecup bibirnya. Ciuman ini hanya membutuhkan waktu ¼ detik!

Forehead Kiss:
Disebut ciuman ibu karena ciuman ini bersifat menenangkan bagi siapa saja. Tak ada ciuman di dahi yang dapat membangkitkan nafsu.

French Kiss:
Bisa juga disebut The English Kiss atau Soul Kiss, gaya ciuman yang membutuhkan keahlian Anda dan pasangan memainkan lidah.

Fruit Kiss:
Ciuman yang menggunakan potongan buah (anggur, stroberi, atau potongan apel). Caranya: Letakkan buah di antara mulut Anda lalu dekatkan mulut Anda padanya. Gigit buah setengahnya sampai bibir Anda dan pasangan saling menempel, lalu silahkan berciuman dengan bergairah.

Hand Kiss:
Mencium punggung tangan pasangan dengan mesra lalu merambat ke bagian atas.

Lick Kiss:
Sebelum ciuman berlangsung, mainkan lidah Anda pada bibir pasangan. Jika suasana makin ‘memanas’ barulah lidah Anda masuk ke dalam mulutnya. Wow!

Talking Kiss:
Sesekali saat berciuman tak ada salahnya Anda mengucapkan I love you di dalam mulutnya. Hmm…suasana berciuman semakin terasa romantis.

Nip Kiss:
Ciuman yang erotis dan penuh sensasi. Saat berciuman, sesekali gigitlah bibirnya. Lakukan dengan benar dan jangan membuatnya menjerit kesakitan.

Sip Kiss:
Sebelum mencium si dia, teguk sedikit minuman favorit Anda. Lalu tumpahkan di dalam mulutnya. Selanjutnya lumat bibirnya dengan perlahan dan biarkan si dia menikmati ciuman Anda.

The Buzzing Kiss:
Ciumlah belakang telingannya dengan perlahan lalu dengan suara geraman dan dengungan mesra menuju ke lehernya. Gigit-gigit lehernya dengan perlahan sampai Anda menemukan mulutnya.

Vacuum Kiss:
Ciuman yang dilakukan sambil meniup mulut pasangan sampai pipi mengembang. Lalu kempiskan sehingga ada angin bertiup bolak-balik dari mulut Anda ke mulut pasangan. Tapi hati-hati masuk angin!

Tongue Sucking:
Merupakan variasi dari French Kiss, ketika Anda dan pasangan saling memainkan lidah, sesekali hisaplah lidahnya. Pasti si dia akan merasa lebih seksi.

Benarkah Dorongan Seks Pria Jauh Lebih Kuat?



Oleh: Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi
dan Seksologi

Setiap manusia normal mempunyai dan merasakan adanya dorongan seksual
atau yang lebih populer disebut gairah seksual atau nafsu seks.
Dorongan seksual mulai dirasakan sejak masa remaja akibat pengaruh
hormon seks, khususnya hormon testosreron.

Dalam perkembangan kemudian, dorongan seksual dipengaruhi oleh
berbagai faktor, seperti juga perilaku seksual. Salah satu faktor yang
mempengaruhi perilaku seksual ialah dorongan seksual. Tanpa dorongan
seksual, tidak terjadi perilaku seksual. Kalau dorongan seksual
terganggu, maka fungsi seksual terganggu, dan perilaku seksual juga
terganggu.

Apa yang dimaksud dengan dorongan seksual?

Dorongan (gairah) seksual adalah suatu bentuk keinginan yang bersifat
erotis yang mendorong orang untuk melakukan aktivitas seksual dan
hubungan seksual. Dorongan seksual mulai muncul pada masa remaja
karena pengaruh hormon seks, khususnya hormon testosteron.

Tanpa dorongan seksual tidak ada keinginan untuk melakukan aktivitas
seksual dan hubungan seksual. Tanpa dorongan seksual, berbagai fungsi
seksual yang lain menjadi terganggu.

Apa saja yang mempengaruhi dorongan seksual seseorang?

Dorongan seksual dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu hormon
testosteron, rangsangan seksual yang diterima, keadaan kesehatan
tubuh, faktor psikososial, dan pengalaman seksual sebelumnya. Kalau
faktor-faktor tersebut mendukung, maka dorongan
seksual tetap baik. Sebaliknya kalau faktor tersebut tidak mendukung,
maka dorongan seksual menurun bahkan lenyap sama sekali.

Seseorang yang mengalami kekurangan hormon testosteron atau mengalami
gangguan dalam bereaksi terhadap hormon itu, dorongan seksualnya
menurun. Dorongan seksual semakin kuat kalau ada rangsangan seksual
dari luar, baik berupa rangsangan fisik maupun rangsangan psikis.

Berbagai macam rangsangan seksual yang bersifat fisik, seperti ciuman
dan rabaan, dapat membangkitkan dorongan seksual. Demikian juga
rangsangan yang bersifat psikis, seperti rangsangan audiovisual,
misalnya suara yang merdu, gambar erotis, dan bau parfum.

Seseorang yang mengalami gangguan kesehatan, misalnya mengalami
gangguan fungsi hati, mungkin dorongan seksualnya menurun karena
metabolisme hormonnya terganggu. Kalau terjadi hambatan psikis,
misalnya mengalami kekecewaan atau tekanan mental yang berat, dorongan
seksual sangat mungkin tertekan. Bau badan yang mengganggu juga
merupakan contoh hambatan psikis yang menekan dorongan seksual. Masih
banyak contoh lainnya.

Seseorang yang pengalaman seksual sebelumnya selalu memuaskan, sangat
mungkin dorongan seksualnya selalu terasa kuat. Sebaliknya, bila
pengalaman seksualnya tidak menyenangkan apalagi menyakitkan, maka
dorongan seksual akan tertekan atau bahkan lenyap sama sekali.

Banyak contoh --terutama di kalangan wanita-- tentang bagaimana
dorongan seksual lenyap karena tidak pernah merasakan pengalaman
seksual yang menyenangkan. Banyak istri yang selalu gagal mencapai
orgasme setiap melakukan hubungan seksual dengan suaminya. Pengalaman
seksual yang tidak menyenangkan ini pada akhirnya dapat menimbulkan
kekecewaan yang dapat melenyapkan dorongan seksual.

Benarkah dorongan seksual pria jauh lebih kuat daripada wanita?

Tidak benar. Pada dasarnya tingkat dorongan seksual pria dan wanita
sama, karena keduanya sama-sama sebagai makhluk seksual. Faktor-faktor
yang mempengaruhi dorongan seksual pria sama dengan yang mempengaruhi
dorongan seksual wanita. Jadi tidak benar kalau dorongan seksual pria
dianggap lebih kuat daripada wanita. Anggapan yang telah menjadi suatu
mitos itu jelas salah dan menyesatkan.

Anggapan salah ini muncul karena ketidakmengertian tentang
seksualitas. Salah satu ketidakmengertian ialah mengenai peranan
hormon testosteron terhadap dorongan seksual. Karena hormon
testosteron pria jauh lebih tinggi daripada wanita, maka muncul
anggapan salah bahwa dorongan seksual pria jauh lebih kuat daripada
wanita. Padahal tidaklah demikian sebenarnya.

Memang benar bahwa kadar hormon testosteron pria jauh lebih tinggi
daripada wanita. Dalam keadaan normal, pada pria diproduksi sekitar
6-8 mg testosteron setiap hari. Sembilan lima persen (95%) di
antaranya diproduksi di dalam testis (buah pelir), sisanya di dalam
kelenjar adnenalis. Pada wanita, testosteron diproduksi hanya sekitar
0,5 mg setiap hari, di dalam indung telur dan kelenjar adrenalis.
Tetapi ternyata perbedaan kadar hormon testosteron ini tidak
menyebabkan dorongan seksual pria jauh lebih tinggi daripada wanita.
Alasannya, wanita ternyata jauh lebih sensitif terhadap pengaruh
hormon testosteron. Dengan konsentrasi yang kecil --bahkan jauh lebih
kecil dibandingkan dengan konsentrasi pada pria-- peranan testosteron
terhadap dorongan seksual pada wanita tersebut sudah mencukupi.

Selain itu anggapan salah tersebut sangat mungkin timbul karena
perbedaan peran gender antara pria dan wanita. Justru anggapan salah
itu kemudian menjadi semacam beban yang bersifat psikis bagi banyak
pria. Banyak pria yang merasa harus lebih hebat dalam hal seksualitas
daripada wanita. Banyak pria yang merasa harus lebih tahu dalam hal
seksualitas daripada wanita.

Akibat lebih jauh sangat terasa. Bila pria mengalami sesuatu yang
tidak diinginkan atau merasakan fungsi seksualnya terganggu, maka
secara psikologis ia menjadi sangat terpengaruh. Pria dengan mudah
merasa tidak berdaya, rendah diri, bahkan menyalahkan pasangannya.
Lalu berbagai upaya --termasuk yang tidak benar dan tidak rasional--
dilakukannya semata-mata karena tidak ingin fungsi seksualnya
terganggu.

Banyak wanita --dalam perjalanan kehidupan seksualnya kemudian--
mengalami penurunan atau kehilangan dorongan seksual. Hal itu
khususnya disebabkan karena pengalaman seksual yang dirasakan tidak
menyenangkan. Karena kemudian banyak wanita yang mengeluh "tidak
bergairah" lagi, maka muncullah anggapan salah bahwa dorongan seksual
wanita lebih lemah daripada pria.*