« pintu hati | Main

dia, si tabah, tegar

sunyi dan hening...

normalnya sebuah acara pernikahan diliputi oleh suasana yang serba gembira, serba meriah. Terdengar suara canda.. , tawa..., ngakak sambpe meneteskan air mata, meringis sambil menutupi mulutnya, ato cuman tersenyum saja, bahkan yang parah, ada yang ketawanya telat, ketika orang2x sudah selesai ketawa, eh dia malah ketawa sendiri ... dasar telmii.

hari itu, tampak lain dan beda sama sekali...
sesekali terdengar suara jeritan wanita paruh baya, sambil sesekali.. berteriakk...
adi keniang okan tiange... whuaaa....(kenapa anak saya diperlakukan seperti ini...whuaaaaaa--> nangis ni)
tetamu tampak murung, sesekali mereka tertunduk, menoleh kesana kemari..
tidak tampak orang-orang berlalu-lalang, prasmanan dari satu meja ke meja berikutnya, dari satu menu ke menu berikutnya.. , tidak nampak bibir tamu yang sedang mengunyah kacang, kue dengan sesekali meneguk fruit tea, sprite ato coca cola. bibir tamu kering, ada juga yang sampe menelan ludahnya sendiri untuk membasahai tenggorokannya.

terdengar suara genta yang mengayun kesana kemari... ting..ting..ting...
upacara pernikahan itu tetap dilangsungkan, apapun yang terjadi, jika memang sudah saatnya, memang harus dijalani.
pengantin wanita duduk dengan tabah, tegar, tenang...
dia menjalani semua ritual yang sedang dilangsungkan, .. orang-orang tampak heran,  ada wanita yang setabah,setegar itu..
iyahh, dia sangat tabah ... sangat sabar...  ketika harus menghadapi kenyataan, ditinggalkan calon suami yang seorang pengecut.

dia, sudah menjalani hubungan itu hampir 7 tahun, dengan segala pernak perniknya, segala lika-likunya.  Bayangkan saja, hubungan selama itu, bisa berakhir tragis seperti ini.

ketika sebelum menjalin hubungan dengan pria ini, dia sudah punya kekasih, kekasih yang dicintai dari lubuk hatinya, the real man for her. Tapi, karna sebuah tuah, sebuah wasiat dari nenek yang dicintainya, dia harus merelakan hubungan itu putus. Untungnya the real man for her bisa mengerti dengan keaddan ini. Sang nenek pengen si dia hanya menikah dengan pria pilihannya, pria yang masih memiliki tali persaudaraan dengan si dia, klo dia nggak mau, si nenek berjanji akan membuat hidup si dia nggak berjalan dengan mulus. Demi menyenangkan hati neneknya, dan demi hidup yang baik-baik saja, dia rela melepaskan hubungan yang telah dia bina dengan the real man for her.

Dia belajar untuk mencintai lagi, menghapus semua kenangan lama, membuka lembaran baru, saatnya menulis buku kosong ini dengan tulisan-tulisan yang mungkin saja nggak bagus, ato indah sama sekali.

Hubungan baru itu dengan pria pilihan nenek berjalan mulus, terbukti 7 tahun bertahan.

Pria pilihan nenek, hmm, tepat di hari pernikahan dengan si dia, dengan tanpa perasaan dengan menjalankan ego sendiri, kabur begitu saja, dimana tanggungjawabnya sebagai seorang pria yg gentle.
undangan sudah disebar, upacara telah disiapkan, tapi toh karena ulah si manusia hubungan itu jadi hancur berantakan berkeping-keping. Kenapa bisa terjadi ?

ternyata, pria pilihan nenek, hanya menjalankan egonya saja, demi kemauan dia yang tidak mau memiliki seorang ibu baru, dia ingin membuat muka ayahnya memerah, semerah saos tomat kfc. iya, pria pilihan nenek, memiliki ayah yg menduda, demi untuk merawat sang ayah, sia ayah memilih menikah lagi. tapi si pria pilihan nenek tidak mau menerima hal ini, dia menolak, ada denial di dalam dirinya. di satu sisi sang ayah pengen ada seseorang yg mendampingi, merawat dia sampe menutup mata, di satu sisi si anak ngotot klo the first lady, ibunya nggak tergantikan. Ketika ego menguasai pikiran, ketika pikiran benar telah kalah dijajah ego, muncullah kebutaan, buta terhadap kebenaran.

korbannya adalah kekasihnya sendiri, si dia. dia hanya menjadi objek penderita saja. syukurlah, dia sosok yang tabah, tegar dan tenang.. standing ovation for her..
dia bisa menrima kenyataan ini... dia tetap menjalani upacara/ritual ini, untuk membayar janjinya kepada nenek tercinta. Malu, penghancuran harga diri tidak diindahkannya. Dia tetap berjuang melawan cobaan ini.
Syukurlah orang-orang mendukungnya. semoga kelak di kemudian hari, dia menemukan kembali the real men for her.  dan hidup berbahagia selamanya. Jasa baik dan besar akan membawa kekehidupan yang lebih baik.

- dia sahabatku sedari kecil -

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .