MBA trend ? ato kurang tahu ?
Pernah dengar kata ini bukan ?
Kata MBA Ini akan sangat familiar bagi mereka yang pernah mendengarkan,
mengetahui dan bahkan mengalaminya. MBA disini bukanlah sebuah gelar(Master of Bussiness Administration), MBA bukan
pula sejenis masakan, Masakannya Bu
Ani, MBA disini masih ada hubungannya dengan ajakan yang trend di negara-negara
maju seperti Australia dan Eropa, MBA sebuah ajakan untuk menambah populasi,
ajakan yang berbunyi Mari Buat Anak. Iya, MBA, Married By Accident ato kalo di
diindonesiakan pas mau buat anak eh malah kecelakaan ?!#?
Hmmm, tunggu dulu, apa hamil
duluan trus baru kemudian menikah itu selalu negative ? dan kenapa bisa terjadi ? Ada faktor-faktor
yang menjadi sebab MBA ini terjadi, mari kita bersama-sama ikuti.
Trend
kata orang sih ya, sebelum
mencoba kagak bakalan tau rasanya. Coba dulu biar tidak menyesal kemudian. Ada
yang beranggapan seperti ini. Kenapa ? yah salah satu sebabnya seperti ini :
bagaimana nanti setelah saya menikah ternyata tidak dapat memiliki keturunan ?
jadi lebih baik dicoba dulu kalo dapet keturunan baguslah, tapi kalo tidak yah
dipikir-pikir dulu untuk diajak married.
Ada juga nih ya yang
perfectionis hal ini kebanyakan terjadi pada kaum lelaki, jadi saking
menginginkan segala sesuatunya perfect dia tidak ingin donk jika istrinya nanti
tidak virgin lagi. Jadi sebelum si eneng gelis jadi bininya nanti ya dicoba
dulu, virgin tidak ? perawan tidak. Jadi kalo not virgin anymore ya bisa-bisa
ditinggalkan begitu saja, dicampakkan begitu saja. Nah loh… kalo dipikir-pikir
sih ya lebih amoral mana meninggalkan seseorang hanya karena keperawanannnya
hilang daripada si eneng yang tidak perawan lagi ?. Tentunya ada alasan bukan
dibalik itu semua ?
Ada juga sebab yang lain yang
menjadi trend juga lohh.. karena bonyok tidak setuju dengan hubungan ini,
sebabnya banyak, ada karena salah satu belum punya penghasilan tetap, ada
karena beda status social, ada karena beda darah, beda kasta, permusuhan
diantara kedua keluarga dan lain- dan lain. Jadi karena tidak setuju ya sudah
beta hamili saja anaknya, klo sudah bunting beta juga bukan, yang diminta pertanggungjawabannya
? mosok tetangga sebelah sih. Jadi tembak dulu anaknya, restu menyusul
kemudian, buatin cucu dulu buat bonyok, yahh pasti deh mereka seneng, karena
bonyok lebih sayang ama cucunya daripada anaknya. Tapi ini tidak selamanya
bener lohh, hanya dari sudut pandang si anak saja.
Ada juga nih punya anak dulu
sebelum nikah, ato punya anak tapi tidak ada ikatan resmi
Kurang Tahu
Nah ini dia, sebab yang emang
perlu dibahas. Kurang ilmu, tinggal tembak saja urusan belakangan, mau hamil,
mau kagak. Kurang berbekal ilmu yang cukup untuk nembak sasaran. Buta akan
teknik menembak. Makanya perlu belajar banyak dulu, tidak melulu belajar ilmu
alam, social, pasti, tidak pasti. Perlu juga nih belajar ilmu yang satu ini.
Ilmu tentang cara aman untuk nge-sex. Play safe and good responsibility. Klo
diterjemain, nge-sexlah yang aman dan bertangungjawablah jika terjadi
kebuntingan terhadap pasangan.
Tidak dapat dipungkiri lagi sex
bebas dikalangan kaum muda, remaja memang sudah hal yang lumrah. Baik dilakukan
secara terbuka, terang-terangan di depan umum, maupun secara diam-diam,
mengendap-endap, meraba-raba di dalam kegelapan. Terbuka ? iyalah tidak dapat
disembunyikan lagi bukan gimana mudahnya beredarnya adegan-adegan yang
mengundang birahi, baik melalui media teknologi yang makin hari makin maju dan
mempermudah segala hal, ato bahkan disaksikan langsung di keramaian. Dengan
format 3GP dan MMS semuanya lebih mudah, ditambah lagi dengan kapasitas email
yang bahkan sampai 2 giga, dan kecepatan akses internet. Semuanya terasa lebih
mudah, plus belum adanya aturan resmi hukum yang mengatur batasan umur untuk
surfing di dunia cyber. Jadi media ato factor pendukung untuk menambah rasa
ingin tau dan birahi makin gampang. Jeleknya rasa mencoba dan ingin tau ini
tidak dilandasi oleh pengetahuan tentang safe sex. Jadinya mainnya ya ngawur
aja. Coba deh belajar , baca tuh cara teknik tentang safe sex. Mulai dari
pemakaian kontrasepsi, such as kondom, wet tissue(tisu basah wuehehehe)
calendar system that more risk than the others. Ato bahkan teknik dimuntahkan
di luar. Kasihan dibuang-buang. Kalopun lagi tidak beruntung dan menyebabkan
kehamilan ingatlah konsep kedua, good responsibility. Bertanggungjawablah
terhadap yang engkau perbuat. Be a gentle men and women. Don’t do abortion.
Jangan lakukan aborsi, selain tidak diterima agama juga menambah dosa dengan
melenyapkan nyawa seseorang. Yahh mungkin dikehidupan ini tidak berbuah, tapi
who’s believe with reincarnation, reinkernasi kelahiran kembali, disanalah akan
terjadi balasannya. Tentunya apa yang kamu lakukan itulah yang kau dapatkan,
tanam padi tumbuh padi. Jadi sebagai muda mudi dengan jiwa yang masih
bergejolak pintar-pintarlah memilih dan menentukan masa depan kita. Menikah
dengan usia muda dikarenakan terjadi kecelakaan sehingga menyebabkan kehamilan,
menyebabkan masa muda kita menjadi hilang, memang not 100% disappear, as we
know we still young. Tapi kebebasan akan menjadi berkurang karena adanya
tanggung jawab dengan wujud baby, bayi mungil who’s inonsence. Tanpa dosa. Yang
mesti dibesarkan dirawat dan diberikan pendidikan yang layak untuk masa
depannya kelak. So Keep young and free ur mind. Seperti kata salah satu iklan,
selagi muda ekspresikan jiwamu.
Mo MBA ?

wah setuju bro.
tapi kayaknya agak sukar juga menghilangkan kebiasaan gini, apalagi udah dapat interferensi dari dunia luar dan pergaulan mereka.
kalau sekarang umuran ABG ditanya ma temennya masih perjaka atau tidak, ya mungkin kalau dijawab perjaka so pasti diketawain..
tapi begitulah remaja, mencari jati diri dengan jalan yang salah.
antegan rge masi kene imbas dadine.. huehuehue
peace bro.
Posted by: deSuk | March 24, 2008 07:52 PM