« perubahan | Main | Egoku bersedihku »

MBA trend ? ato kurang tahu ?

Pernah dengar kata ini bukan ? Kata MBA Ini akan sangat familiar bagi mereka yang pernah mendengarkan, mengetahui dan bahkan mengalaminya. MBA disini bukanlah sebuah gelar(Master of Bussiness Administration), MBA bukan pula sejenis masakan, Masakannya Bu Ani, MBA disini masih ada hubungannya dengan ajakan yang trend di negara-negara maju seperti Australia dan Eropa, MBA sebuah ajakan untuk menambah populasi, ajakan yang berbunyi Mari Buat Anak. Iya, MBA, Married By Accident ato kalo di diindonesiakan pas mau buat anak eh malah kecelakaan ?!#? 

Di mata masyarakat secara umum, apalagi dengan adat ketimuran yang sangat kuat, MBA dianggap sebagai hal yang tabu, rendahan, amoral, bodoh dan menyengsarakan. Tuh banyak bukan kata-kata hinaan ato penilaian negative yang muncul ? Seringkali negative thinking lebih dominan daripada positive thingking. Lebih enak rasanya melihat orang lain menderita daripada bahagia. Lebih senang melihat tetangga kesusahan daripada melihat tetangga sukses. Dan tentunya lebih indah melihat bini tetangga daripada bini sendiri wuehehehehehehe. Ketika terjadi hamil sebelum nikah ini kebanyakan orang mencari kambing hitam terlebih dahulu daripada mencari solusi terhadap akibat dari perbuatan yang terjadi. Hamil di luar nikah ato MBA ini banyak terjadi pada muda mudi ato pasangan muda. Ketika keindahan cinta telah merasuk ke hati ke jantung, ke darah sehingga darah yang mula mula hangat akan hadirnya cinta, lama –kelamaan menjadi panas, menyebar keseluruh tubuh dan memacu adrenaline, menimbulkan nafsu yang mengebu-gebu, didukung dengan suasana kamar yang sepi, hutan, mobil, dibawah pohon tomat, di toilet yahhhh terjadilah. Memang ketika berbuat luar biasa nikmatnya tetapi ketika ada hasil luar biasa pusingnya.

Hmmm, tunggu dulu, apa hamil duluan trus baru kemudian menikah itu selalu negative ?  dan kenapa bisa terjadi ? Ada faktor-faktor yang menjadi sebab MBA ini terjadi, mari kita bersama-sama ikuti.

Trend

kata orang sih ya, sebelum mencoba kagak bakalan tau rasanya. Coba dulu biar tidak menyesal kemudian. Ada yang beranggapan seperti ini. Kenapa ? yah salah satu sebabnya seperti ini : bagaimana nanti setelah saya menikah ternyata tidak dapat memiliki keturunan ? jadi lebih baik dicoba dulu kalo dapet keturunan baguslah, tapi kalo tidak yah dipikir-pikir dulu untuk diajak married.

Ada juga nih ya yang perfectionis hal ini kebanyakan terjadi pada kaum lelaki, jadi saking menginginkan segala sesuatunya perfect dia tidak ingin donk jika istrinya nanti tidak virgin lagi. Jadi sebelum si eneng gelis jadi bininya nanti ya dicoba dulu, virgin tidak ? perawan tidak. Jadi kalo not virgin anymore ya bisa-bisa ditinggalkan begitu saja, dicampakkan begitu saja. Nah loh… kalo dipikir-pikir sih ya lebih amoral mana meninggalkan seseorang hanya karena keperawanannnya hilang daripada si eneng yang tidak perawan lagi ?. Tentunya ada alasan bukan dibalik itu semua ?

Ada juga sebab yang lain yang menjadi trend juga lohh.. karena bonyok tidak setuju dengan hubungan ini, sebabnya banyak, ada karena salah satu belum punya penghasilan tetap, ada karena beda status social, ada karena beda darah, beda kasta, permusuhan diantara kedua keluarga dan lain- dan lain. Jadi karena tidak setuju ya sudah beta hamili saja anaknya, klo sudah bunting beta juga bukan, yang diminta pertanggungjawabannya ? mosok tetangga sebelah sih. Jadi tembak dulu anaknya, restu menyusul kemudian, buatin cucu dulu buat bonyok, yahh pasti deh mereka seneng, karena bonyok lebih sayang ama cucunya daripada anaknya. Tapi ini tidak selamanya bener lohh, hanya dari sudut pandang si anak saja.

Ada juga nih punya anak dulu sebelum nikah, ato punya anak tapi tidak ada ikatan resmi diantara sepasang manusia ini. Tidak perlu adanya komitmen yang pasti, yang tertulis diatas item dan putih. Jadi atas dasar cinta, suka dan freedom, peace man ! Trend yang satu ini banyak dilakukan di negara barat sono, dikalangan selebritis. Karena konsep freedom ini.

Kurang Tahu

Nah ini dia, sebab yang emang perlu dibahas. Kurang ilmu, tinggal tembak saja urusan belakangan, mau hamil, mau kagak. Kurang berbekal ilmu yang cukup untuk nembak sasaran. Buta akan teknik menembak. Makanya perlu belajar banyak dulu, tidak melulu belajar ilmu alam, social, pasti, tidak pasti. Perlu juga nih belajar ilmu yang satu ini. Ilmu tentang cara aman untuk nge-sex. Play safe and good responsibility. Klo diterjemain, nge-sexlah yang aman dan bertangungjawablah jika terjadi kebuntingan terhadap pasangan.

Tidak dapat dipungkiri lagi sex bebas dikalangan kaum muda, remaja memang sudah hal yang lumrah. Baik dilakukan secara terbuka, terang-terangan di depan umum, maupun secara diam-diam, mengendap-endap, meraba-raba di dalam kegelapan. Terbuka ? iyalah tidak dapat disembunyikan lagi bukan gimana mudahnya beredarnya adegan-adegan yang mengundang birahi, baik melalui media teknologi yang makin hari makin maju dan mempermudah segala hal, ato bahkan disaksikan langsung di keramaian. Dengan format 3GP dan MMS semuanya lebih mudah, ditambah lagi dengan kapasitas email yang bahkan sampai 2 giga, dan kecepatan akses internet. Semuanya terasa lebih mudah, plus belum adanya aturan resmi hukum yang mengatur batasan umur untuk surfing di dunia cyber. Jadi media ato factor pendukung untuk menambah rasa ingin tau dan birahi makin gampang. Jeleknya rasa mencoba dan ingin tau ini tidak dilandasi oleh pengetahuan tentang safe sex. Jadinya mainnya ya ngawur aja. Coba deh belajar , baca tuh cara teknik tentang safe sex. Mulai dari pemakaian kontrasepsi, such as kondom, wet tissue(tisu basah wuehehehe) calendar system that more risk than the others. Ato bahkan teknik dimuntahkan di luar. Kasihan dibuang-buang. Kalopun lagi tidak beruntung dan menyebabkan kehamilan ingatlah konsep kedua, good responsibility. Bertanggungjawablah terhadap yang engkau perbuat. Be a gentle men and women. Don’t do abortion. Jangan lakukan aborsi, selain tidak diterima agama juga menambah dosa dengan melenyapkan nyawa seseorang. Yahh mungkin dikehidupan ini tidak berbuah, tapi who’s believe with reincarnation, reinkernasi kelahiran kembali, disanalah akan terjadi balasannya. Tentunya apa yang kamu lakukan itulah yang kau dapatkan, tanam padi tumbuh padi. Jadi sebagai muda mudi dengan jiwa yang masih bergejolak pintar-pintarlah memilih dan menentukan masa depan kita. Menikah dengan usia muda dikarenakan terjadi kecelakaan sehingga menyebabkan kehamilan, menyebabkan masa muda kita menjadi hilang, memang not 100% disappear, as we know we still young. Tapi kebebasan akan menjadi berkurang karena adanya tanggung jawab dengan wujud baby, bayi mungil who’s inonsence. Tanpa dosa. Yang mesti dibesarkan dirawat dan diberikan pendidikan yang layak untuk masa depannya kelak. So Keep young and free ur mind. Seperti kata salah satu iklan, selagi muda ekspresikan jiwamu.

Kita hidup punya pilihan, pilihan yang baik untuk masa depan.

Mo MBA ?

                            

Comments

wah setuju bro.
tapi kayaknya agak sukar juga menghilangkan kebiasaan gini, apalagi udah dapat interferensi dari dunia luar dan pergaulan mereka.
kalau sekarang umuran ABG ditanya ma temennya masih perjaka atau tidak, ya mungkin kalau dijawab perjaka so pasti diketawain..
tapi begitulah remaja, mencari jati diri dengan jalan yang salah.
antegan rge masi kene imbas dadine.. huehuehue

peace bro.

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .