« diary 2006 | Main | bijak tidak ? »

akibat salah paham

Kusadari bahwa cinta tidak harus memiliki, karena dia yang kucinta bukanlah barang, benda, thing, untuk dimiliki. Ketika berani untuk mencintai seseorang, maka harus siap pula untuk kehilangan dia.

Kisah ini dimulai ketika djoko menemukan soulmatenya siti aminah binti maimum, djoko sangat mencintai aminah, saking cintanya dia rela untuk puasa 7 hari 7 malam tanpa makan dan minum cuman ngemil krupuk barokah doank untuk menunjukkan pada aminah betapa besar rasa cintanya kepadanya. Aminah gadis desa yang rambutnya selalu dikepang dua dan dihiasi pita merah disisi kanan dan putih disisi kiri, kata dia sih untuk menunjukkan rasa kebanggaan dan kebangsaannya pada republik ini.

Cinta djoko bersemi pada saat dia melihat aminah dengan sigap dan rajinnya menanami benih-benih padi di pematang sawah disamping rok coklat pramuka yang dipake aminah tersingkap tertiup angin, saat itu djoko sedang mengembalakan bebeknya. Djoko pikir, wahh manis nian gadis ini, siapa gerangan namamu ? ahhh, aku mesti tau dan aku mesti mendapatkan dia, aku harus memilikinya. Untuk itulah segala jenis jurus cinta dia pelajari dari dokter cinta, 1001 jurus cinta dia dapatkan dan dia praktekkan langsung ke aminah. Pertama sihh nggak mempan jurus-jurus yang dikeluarkan djoko buat aminah, tapii….. menjelang jurus yang ke 901, akhirnya bertekuk lutut juga aminah dengan rayuan, kibasan dan mulut manis si djoko.

Yahh, betapa pun keras hati seseorang jika sering disentuh, diberi perhatian dan juga diberi makanan kebahagiaan siapa juga yang nggak tergoda. Batu aja bolong kok jika terus-terusan di tetesin air. Tapi jangan samakan batu dengan hati, jelas beda donk, Tanya ken apa ? karena hati tidak bisa berbentuk batu, sedangkan batu bisa berbentuk hati.

Djoko tau kalo wanita tidak suka dengan kekerasan, tidak suka dikerasin, tetapi wanita suka dengan yang keras-keras. Maksud looo ???

Setelah berhubungan selama beberapa bulan lamanya, ada keinginan djoko untuk memperkenalkan aminah kepada emak dan keluarganya. Oh iya, emaknya djoko merupakan pengusaha kue apem. Di desa SukApem, kue apem emaknya si djokolah yang paling terkenal, gurih kulen dan enak. Bahannya semua alami, tanpa bahan pengawet.

Pada suatu hari djoko yang sudah janjian dengan aminah untuk diajak kerumahnya dan diperkenalkan dengan emak, bersiap-siap untuk menjemput aminah. Kebetulan pada saat berangkat djoko diminta emak untuk singgah di pasar sukarame, membeli ketan untuk bahan kue apem, kebetulan bahannya sudah habis. Nah pergilah djoko ke pasar untuk membeli ketan itu, kemudian dia pergi menjemput aminah.

Sesampainya dirumah, djoko memanggil emaknya, makkk.emakkk… iniloh barangnya sudah kubawa, putih dan bersih loh makkk. Mendengar kata-kata itu, aminah yang tampangnya manis, berubah menjadi masam, dan dengan muka memerah bilang ke djoko, tega sekali ya kamu ko, ngatai aku barang.. aku kan manusia sama seperti mu, pokoknya aku tidak terima.. tidak terima.. kamu sudah menjatuhkan harga diriku di hadapan emakmu, lebih baik kita putus, dan jangan coba-coba dekati ato datang kerumahku lagi. Kedatanganmu tidak diterima. Sambil menangis si aminah pun lari sekencang-kencangnya.. djoko hanya bisa bengong terengong..engong… melihat minah yang lari makin jauhh…jauhhh dan mengecil ditelan bumi….

Setelah kejadian itu berbagai macam cara dilakukan djoko untuk mendekati aminah, tapi selalu tidak berhasil, sampai-sampai djoko putus asa. Disaat asa itu datang, djoko mencoba bertekad untuk menghilangkan kenangan itu, aku tidak kuat..tidak kuat kehilangan dirimu seperti ini, dengan putus asa, dia lalu pergi ke pohon nangka dekat pematang sawah tempat pertama kali dia bertemu dengan aminah, dengan membawa seutas tali.

/* comment : teks ini diganti, kata temen kurang tragis....

Djoko mengikatkan tali itu di pohon nangka dan kemudian dia menggantung kan barang-barang yang menjadi kenangannya bersama aminah.  *\

Djoko mengikatkan tali itu di pohon nangka dan kemudian dia mengikatkan lehernya dan menggantung diri di pohon itu. Dengan mata yang melotot dan lidah yang menjulur serta ada cairan sperma di celananya menyebabkan kematian djoko tidak wajar. Dia mati bunuh diri, tidak diterima bumi. Sampai saat inipun dia menjadi hantu gentayangan di pohon itu. Menurut orang-orang di desa SukApem tiap jumat kliwon tepat purnama ketujuh, terdengar orang yang menangis dan memangil-manggil nama aminah.  minahhhh....minahhhh.... hiksss...hikssss.....

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .