cinta itu materialistis
"Inara, dari dalam lubukku yang terdalam, aku cinta kamu dengan tulus, terimalah aku apa adanya In."
itu kata terakhir si sulaiman ketika mengatakan cintanya kepada inara. Kenapa terakhir ? yahh setelah berpikir sejenak dan kemudian flash back terhadap daya dukung si sulaiman beserta see the future untuk masa depan, ehh inara mengambil keputusan, aku menolak cintamu sulai.. aku mencintaimu, tapi aku ingin hidup layak, karna kita hidup tidak bisa hanya mengandalkan cinta seperti yang ada di film-film. Kelak ketika kita punya anak mo kita sekolahkan dimana ? kelak ketika aku ingin belanja, shopping pake duit siapa dan kelak ketika aku mati, ongkos matiku ditanggung sama sapa ? masa ngutang sulai ?
kasihan sulai, dia hanya ingin hidup berdua dengan inara dengan hanya bermodalkan cinta. Ehh, apa si sulai nggak berpikir ntar biaya nikah, biaya hidup dicari dimana ? dengan pendapatan yang pas-pasan. Memang si inara berwajah cantik dan ayu, wajahnya seperti bintang sinetron kuntilanak di tengah kubur. Karena bermodalkan wajah yang ayu itulah inara rela nih mengorbankan cintanya kepada sulai untuk mencari dan menerima pinangan laki-laki lain. Tentunya laki-laki pilihan inara mumpuni untuk berumah tangga. Apa-apa ada, mo minta mobil ada, minta baju ada, minta kulkas ada, minta apapun ada, cuman minta upil aja nggak bisa. Iyah inara doyan makan upilnya sendiri.
Di jaman yang semakin maju ini, dan memang jaman ini merupakan jaman materialistis, nggak percaya ? tanya ken apa.
Hidup tidak bisa hanya mengandalkan cinta saja, hidup butuh duit, butuh materi. Karena apa ? Tidak ada yang gratis di dunia ini, pada saat sekarang. Kecuali upil. Waktu jaman dulu kata kakek, mo makan nggak susah, alam sudah menyediakan, dan berlimpah ruah. Penduduk yang sedikit dan hasil bumi yang melimpah membuat hidup terasa indah, begitu pula dengan cinta. Isi perut tidak menjadi konsentrasi pertama, ya wong mo makan gampang. Gratis kok. Makane jaman dulu, jaman bahula, hanya dengan bermodalkan cinta yang tulus bisa menjalani hidup dan berumah tangga.
Nah bagaimana dengan sekarang ? dengan lahan yang makin menyempit, hasil bumi yang menipis, jumlah manusia yang kian bertambah menyebabkan semuanya harus dibayar. Tidak ada yang gratis, kecuali upil.
Tidak bisa hidup di jaman seperti ini hanya dengan mengandalkan cinta yang suci dan tulus. Apa ada cinta yang suci dan tulus ? tanpa melihat materi ? kalo ada tolong donk penulis diberitau, gimana kisahnya dan hidupnya apa sudah sejahtera dan bahagia ?
Yang namanya manusia sekarang ini isi perut lebih penting daripada cinta. Coba nggak makan sehari saja, sudah bingung, apalagi memikirkan yang lainnya. Cinta saat sekarang sudah jarang ada yang tulus, sekarang cinta bisa di beli. dibeli oleh apa ? di beli oleh gengsi, harga diri, kedudukan dan keuntungan. Demi itu semua orang rela menjual cintanya hanya untuk memuaskan nafsu materialistiknya.
Mana ada sih orang yang mau hidup menderita demi cinta ? apa ada ? pasti deh milih-milih dulu, bibit, bebet dan bobot nya. Pasti deh melihat kedudukan, sehingga harga diri, gengsi di mata orang lain beserta keuntungan yang diperoleh yang diutamakan.
Kita bicara realita yang ada saat ini. Emang bener yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Cinta memang materialistik. Kalo cinta nggak materialistik dan cuman mengandalkan hati yang tulus, paris hilton pasti mau dengan cowok ganteng macho yang hanya menjadi tukang sapu di hotel hilton.
"terkadang pikiran dibilang sempit, dan penilaian menjadi premature"

Cinta bukan materialistik selalu...
Cinta kan pengen yang saling mencintai bahagia...
Masih ada kok cinta yg tulus di zaman ini...
Cinta tulus yang artinya cinta pake hati...klo soal materi kan hanya sbg penunjang aja..bukan hal yang utama..
Posted by: desi | November 20, 2006 02:51 AM
hehehe
ikutan nimbrung ya :)
klo aku bisa komen dikit.
sebenernya cinta itu suatu yang indah yang smua orng memiliki. cuma tergantung sekrang yang menggunakan arti cinta itu. klo di kembalikan ke pribadinya, yah penilaiannya beda2.
ada yang mengenal cinta dengan setengah jalan aja dah bisa memfonis cinta gini lah cinta gitu lah.
coba di telaah lbh dalam apa itu cinta yang sesungguhnya...
alangkah indahnya...
klo orang2 jaman sekarang menganggap cinta dlm arti umum.yah bisa dibilang cinta itu hanya nafsulah, cinta itu buta lah cinta itu kamuflasel ah dll.nah menurut aku pribadi dan aku bisa raskan sekarang cinta itu indah dan penuh pengorbanan baik dari mental, materi maupun perasaan...
duh...campur jadi satu.
itulah cinta dan klo kita bisa mengatasi dan mejalaninya sampe ending alangkah indahnya.dan jika cinta itu tidak kita nikmatin sampe ending...
duh ga kebayang deh gmn jadinya...
hiks...hiks...hiks..
mungkin itu komen dari aku..
slam kenal sebelumnya :((
Posted by: 'gek' | December 19, 2006 12:24 AM