« cowok yang bodoh, ato cewek yg terlalu pinter ? | Main | cinta yang aneh ato logika yang mati ? »

nafsu besar tenaga kurang

pagi ini ijonk kembali tertunduk lesu, mestinya setelah lebaran dan liburan panjang selama satu minggu ini gairah kerja seger lagi, tapi tidak untuk dia. Ijonk selalu menyesali nasibnya yang tidak kunjung membaik, bisa dikatakan hanya berjalan di tempat, tidak maju-maju. Sampe di tempatnya kerja dia selalu lebih memfokuskan dirinya terhadap pikiran-pikiran untuk menjadi kaya, sukses dan paling tidak memiliki rumah, daripada memikirkan pekerjaannya. Dengan kehidupan yang sekarang ini ijonk merasa belum cukup. Padahal kalo dipikir-pikir, ijonk punya penghasilan cukup, makan tak pernah kurang, nabung bisa, sebagian gaji untuk diberikan ortu sebagai rasa tanggung jawab juga ada tiap bulannya. Apa yang membuat ijonk pikirannya selalu terbebani ?  Ohhhhh, ternyata tiap kali berangkat kantor dan berpapasan dengan mobil jazz, honda city, swift, susuki apv ato paling tidak karimun lah, dia berpikir : "kapan ya aku bisa memiliki mobil-mobil itu ?"  Dengan punya mobil itu aku kan bisa leih berwibawa, lebih berkelas dan bisa lebih diperhatiin ama cewek-cewek.  Khayalannya mulai  berkembang dan mengembang. Seprti bunga sajaaa...

Tiap kali lewat diperumahan, atopun tanah kosong, dia selalu berpikir, "kapan ya aku bisa punya rumah, tanah ?" Biar aku bisa mengajak orang tuaku tinggal bareng, ngak terpisah-pisah gini."  Yah ambisinya si ijonk, pengen punya mobil biar bisa dilirik-lirik cewek cantik, punya rumah ato tanah biar bisa deket ma bonyok. bonyok ??? muka sapa yg bonyok ?

si ijonk nggak pernah berpikir dan melihat orang disekelilingnya, bahwa masih banyak janda-janda tua, anak-anak yatim dan kakek-kakek renta yang nasibnya lebih kurang beruntung dari si ijonk. Dia menginginkan sesuatu yang melebihi dari apa yang dia dapatkan sekarang. Sesuatu itu materi. Dia berambisi untuk menjadi kaya, tetapi anehnya dia nggak pernah berpikir apa kemampuannya mumpuni, ato kagak. Nafsu saja yang besar, tapi tenaga kurang. Akibatnya dia selalu tidak tenang, gusar dalam menjalani roda kehidupan ini. Waktunya dihabiskan untuk berpikir dan berpikir, untuk memenuhi ambisinya. Si ijonk, menyesali nasibnya, kenapa begitu buruk, dan tidak dilahirkan di keluarga yang kaya raya, yang semuanya serba ada. Nasib..nasib, kenapa selalu engkau yang menjadi kambing hitam.   

Si ijonk sempat putus asa, dia ingin mengakhiri hidupnya. Dia sudah bosan dengan hidupnya yang sekarang ini, ijonk pikir dengan mengakhiri hidupnya dia akan bebas, tenang dan mungkin akan dilahirkan di keluarga yang lebih baik nantinya, lebih kaya dan raya, klo bisa sih di kluarga cendana. Ijonk..ijonk, apa engkau tidak tahu, apa sih yang menjadi sebab seseorang membunuh orang lain ? karena kebencian bukan ? karena bila tidak benci ngapain juga ngebunuh orang. Seseorang yang membunuh orang lain karena orang itu membenci orang lain. Bagaimana dengan seseorang yang membunuh dirinya sendiri ?  Dia benci dengan dirinya sendiri, ijonk benci dengan dirinya sendiri, sampai-sampai ingin mengakhiri hidupnya. Apakah si Ijonk juga tau, kalo orang yang meninggal jika bukan waktunya untuk meninggal tidak diterima langit dan bumi. Artinya akan menjadi mahluk halus yang bergentayangan. Menjadi mahluk yang penasaran. Karena apa ? karena ada sesuatu yang belum dituntaskan di kehidupannya ini. Mahluk ini biasanya disebut dengan setan. Mau kamu Jonk jadi setan ? yang kadang-kadang membuat orang lain takut, ato sampe jantungan, padahal mahluk-mahluk ini ingin dibantu, ditolong, dituntaskan masalahnya. Tapi orang enggan untuk membantunya, karena apa ? Yahh tau sendri bukan ? karena wujud mereka yang menyeramkan. Jangankan menolong, ngeliat mukanya saja sudah lari terbirit-birit.

Si ijonk tidak melakukan bunuh diri itu, ide itu masih sebatas wacana, yang belum di sosialisasikan, dan mungkin saja akan dilakukan bila si ijonk tidak bertemu dengan penjernih hati. Orang yang memberikan pengetahuan kebenaran. Yang menuntut dia untuk bisa optimis di dalam hidup. Ngapain juga kamu berpikir yang wah..wah... jika dengan kehidupanmu yang sekarang kamu bisa hidup dengan layak, bisa membantu orang tua dan orang lain, hidup bercukupan dengan sederhana. Dalam hidup kita memang mesti punya visi, untuk maju. Tapi terlalu berambisi dan tanpa melihat kemampuan sendiri yang ada juga kurang tepat. Nanti jadinya malah nafsu besar tenaga kurang. Kalo nafsu besar tenaga kurang dalam hal sex sih ok..ok saja, karena bisa di doping dengan viagra, kuku bima TL, ato sejenisnya. Tapi klo dalam hidup, lebih besar keinginan daripada kemampuan itu mah namane menyakiti diri sendiri. Hiduplah sesuai dengan apa yang kamu peroleh dengan tetap memiliki visi untuk maju dan misi yang benar, usaha yang tepat untuk mewujudkannya. Syukuri yang kamu dapatkan, apapun itu bentuknya. Hidup apa adanya, sesuai dengan kemampuan diri.

Bagaiman si ijonk kini ? dia sudah bisa tersenyum, bersemangat lagi, sudah bisa berbagi dan mukanya tidak tampak kusut lagi, sekusut benang wol.

Comments

stuju..
hehe..
bole kan ikutan comment..?
skali lg, stuju ttg hal ini..
menginginkan sesuatu, apalagi materi, melebihi dari kemampuan sendiri, and akhirna cuma terlarut dalam pikiran untuk mendapatkannya tanpa usaha. wah jelek banget nih klo kaya gini...
serasa salah satu wujud kurang bisa bersyukur atas apa yang sudah didapatkan kini...
karena apapun yang kita peroleh and alami udah yang terbaik yang Dia berikan, kan?

selalu besyukur atas apa yg telah diterima dan dapatkan dalam bentuk apapun, cobaan , kebahagiaan, menjadikan manusia yang lebih kuat, tentunya jangan lupa untuk selalu memberi jgn cuman nerima doank..he..he..

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .