sepeda kumbang itu
kringg...kringg bunyi bel sepeda tua, warisan dari kakek, sepeda kumbang ini sudah berumur hampir 50 tahun, dibeli 11 tahun setelah hari kemerdekaan oleh kakek. Sepeda yang selalu setia menemaniku. Mulai dari beraktifitas sampe istirahat menjelang malam. sepintas dari namanya "kumbang" yang termasuk golongan insekta dalam ilmu biologi masih bersodara dengan kupu-kupu, semut dan belalang. Aneh saja kumendengarnya mengapa mesti dinamai "kumbang", bukan kupu-kupu, belalang dan sebangsanya. ahh.. apapun namanya dia tetap warisan keluargaku dan dia tetap sebuah sepeda. Sepeda ini mesti dirawat dengan sangat baik, biar tidak bawel, rewel dan ewel..ewel.. ??
Sepeda kumbangku ini ada boncengannya juga lohh.. bisa juga dipake untuk mengikat barang belanjaan emak dari pasar, ato bonceng emak untuk nawarin dagang ke tetangga-tetangga. Iyah, pisang goreng dan kue dadar emak memang tiada duanya. benar-benar enak. Dibuat dari daun pandan harum murni untuk warna kue dadarnya. Tidak memakai zat-zat yang membahayakan, jadinya orisinil.
Suatu sore menjelang malam ato bisa dikatakan dengan petang, sepeda kugayuh....krettt....kretttt......, tidak terasa peluh mulai bercucuran.. pulang dari kuliah nih, capek seharian di kampus ungu. aneh juga, kampus kok warnanya ungu.. nggak pake warna pink, merah maroon ato maroon 5. Sambil bernyanyi-nyanyi kecil aku menusuri jalan raya... sedang asik-asiknya kuberdendang ehh tiba-tiba saja, ada mobil honda city warna hitam menyerempetku dari belakanggg, cittttttt, dubrakkkkk.. aduhhhh...aduhhhh, aku terjatuhh, tapi karena sering latihan tarung terajat, gerakan reflekku meningkat dan bisa melompat.... heppp, tapi apa daya ada batu besar di depan dan pletakkkkk... aku jatuh dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas dengan kepala menyentuh batu...ato batu yg menyentuh kepala ya ?? dengan kepala yang masih berpusing-pusing bukan berpusing-pusingnya malaysia lohh, dan burung-burung yang masih bernyanyi cuitttt...cuittt... mengitari kepalaku... si supir mobil itu turun... tak disangka takdinanya... sosok gadis, berpakaian sma, sepatu hitam, kaos kaki selutut, dengan rambut hitam lurus terurai turun dari mobill, mendadak angin berhembuss syurrrr .syuurrrr menerpa rambutnya... kupikir, spti adegan di film-film saja. Dia mendekatiku dan bertanya, maaf-maaf mas, mas nggak apa-apa kan ? kumenjawab mas-mas dimana ada emas, bli gitu nae, bli komang ajuss..wuehehehehehe.... nggak kok nggak apa-apa, sambil menahan sakit di lutut dan kepala yg masih pusing. dia membantu membersihkan lukaku dengan saputangannya, saputangan warna pink, tapi ada yg aneh dengan saputangannya. Warnanya ada coklat-coklatnya... maaf ya Bli, hassyiiii aku lagi pilek nihhh, saputangan itu dipakenya untukk ...tittttt (sensor). Setelah membersihkan lukaku, dia lalu memberikanku duit ganti rugi.. aku bilang nggak usah kok nggak apa-apa, nggak penting gitu loh.. ini buat biaya berobat loh Bli..
nggak, nggak usah. Kemudian aku dan dia mulai bercakap-cakap, di pinggir jalan. Kutau namanya Iwed. nama yang anehhhh...
setelah beberapa hari kejadian itu, aku dan dia miss call, miss call an. Tiap kali ketemu aku bilang miss dan dia bilang call. Yahh sudah menjadi kata kunci, keyword ato password bagi kami berdua. Karena frekuensi pertemuan aku dan dia lumayan sering. seminggu sekali gituhh, aku dan dia jadinya sangat dekat... iyahh dekat sekalii. Wong rumah ku dan dia bersebelahan kokk. Sepertinya dia ada rasa sama aku, dan begitu pula aku ada rasa ke dia. untuk itu pada suatu malam aku berniat untuk menembaknya, aku ingin mengutarakan semuanya pada dia, tentang rasaku, tentang dia ???
Sepedaku ku hiasi, dengan balon warna pink, dan bunga mawar merah mengelilinginya. ku kerumahnya, dan kubonceng dia ke pematang sawah, tempat yang sudah kusiapkan khusus untuk dia. Disana sudah kusiapkan 2 lilin warna pink, bukan napa... pan gelap tuh malem-malem ditengah sawahh, jadi buat penerangan aja. mejanya kuhiasi dengan bunga melati nan harum semerba..k.. kupikir sambil kencan sambil ngundang kuntilanak jugaa.. aku mengajaknya duduk, dan mulai berbicara... setelah beberapa dialog..kemudian aku memulai untuk mengungkapkannya... tangannya kupegang, walaupun dengan hati yang deg-degan.
"Iwed, sebenarnya dari dulu aku simpan rasa ini, ingin kuungkapkan tapi aku khawatr mebuatmu kecewa dan membuat hatiku sedih.
Iyah, bilang aja Bli, biar nggak nganjal di hati. Ok dahh iwed, sebenarnyaaa aku mo bilang, kalo...kalo..... aku benar-benar... jengkel ma kamu, ngapain sih tiap pagi kamu mesti nyanyi-nyanyi di kamar madi, dengan lagu yang aneh dan suara yang fals juga. Trus ngapain juga tiap pagi, kamu bangunin aku hanya untuk diajak berjoging, jam 4 pagi lagii aduhhh, ganggu aku saja.. tolong dunk besok jangan diulangin lagi yahhh pleaseeee....
NB : apa lagi mesti yang kutulis ya, segini aja dulu ya.. belum ada ide lagi, terlalu monoton soale ide di kepala...


Apaan sih? :P
I want the 2 minutes of my life spent on reading this blog entry back!!!
Posted by: Cokorda Raka | September 13, 2006 03:34 PM
he..he.. u need 2 minutes of ur time back ? ok i'll give to you...ini --> 2 minute
Posted by: Komang | September 13, 2006 08:01 PM
Apa kata mereka tentang tulisan wiwindinho :
"Fantastic, super heroik, generik, originalitik, kreatik, eksotic, erotic,...." (Lucas Eric Podolski, editor majalah BOBO
"Critanya sangat original, marginal, temperamental, bikin gatal2" (David Erickham, editor majalah SI UNYIL)
"Saya rasa akan menjadi best seller musim ini, best perfomance, best aktor, best e best bablas angin e" (direktur majalah FEMINA)
udah liat komen nya kan, so cepetan dapetin bukunya di warung kopi dan watung jamu terdekat di kota anda
Posted by: Eric | September 13, 2006 08:05 PM
hehehehehehe...Malem-malem di tengah sawah cuman bawa dua lilin emang bisa menghangatkan hati yang gie deg2an juga ga sich???!!!!!!!!!
Posted by: desi | September 14, 2006 08:40 AM
Halow... salam kenal.
ternyata desuk benar..
komang memang penulis hebat..
kata2 yang lugas (jarang loh)
lelucon yang spontan dan tidak dibuat2
weh.... aku merasa no worthy nieh..
Good work
keep on writing..
Posted by: Kin | September 25, 2006 02:51 AM
thanks for comment kin, salam kenal juga, bagus tuh tulisanmu kritik BI ha..ha..ha..
Posted by: Komang | September 25, 2006 09:47 PM
Ahhh.. ceritanya klasik bgt tuch.. ga orisinil.. kebanyakan nonton sinetron & telenovela & serial taiwan nich anak..
Mang, laen kali buat lagi dong cerita yg ada tebak2annya.. supaya ary bisa nebak lagi, trus dapet traktiran lagi.. he..he..
Btw, akhirna kok gt yach? kagak ada klimaks2nya? cerita yg seru itu mesti ada klimaks'na.. baru terasa..
Posted by: Ary | October 5, 2006 10:51 PM