« Kepastian | Main | sepeda kumbang itu »

dia, gadis depan rumahn2o

Malam ini kuperhatikan lagi cewek depan rumahku. Lewat jendela, kusikap tirainya. Bukan maksud memata-matai, tapi bisa dikatakan begitu. Dia sedang asyik berduaan dengan cowoknya. Mereka bercumbu, saling pandang dengan tatapan penuh arti. Aku hanya bisa jadi penontonnya. Kadang hatiku terasa sesak, meresak, terdesak ??

Sudah lama kupendam perasaan ini, rasa yang ketika kubertemu dengannya, jantung berdebar dengan kencangnya. Aku tidak mengerti, apakah ini yang dinamakan cinta. Dia teman bermainku sejak dari kecil, gimana tidak ? aku dan dia kan tetanggan. Dia tinggal bersama bibinya. Kenapa tidak dengan orang tuanya ? yahh, mungkin sudah menjadi nasibnya untuk mandiri semenjak berumur 5 tahun 7 bulan. Ayah dan Ibunya sudah lama meninggal. Kecelakaan mobil, mereka padahal orang yang baik di kota ini. Tidak pernah macam-macam. Tapi apa mau dikata ketika kita sudah berhati-hati, malah orang lain yang tidak hati-hati, Kalo emang waktunya, ya sudah mesti disiap dipanggil. Kenapa manusia menciptakan mobil ? dan kenapa manusia ketika mengendarainya harus buru-buru, mengejar waktu kah ? Walaupun tidak semua manusia seperti itu.

Setelah kejadian itu dia tinggal bersama bibinya. Hidup mandiri, dan sekarang sudah menjadi gadis yang mandiri. Bisa mandi dan nyuci sendiri.

2 hari yang lalu, aku duduk di taman kota sambil melihat air mancur yang naik turun, terus mengalir, seperti mata air yang menyembur dari permukaan tanah. Gemericik air membuatku terasa agak tenang. Lampu taman yang sedikit redup dan dikelilingi oleh laron-laron yang memang suka dengan terang. Angin yang dingin tapi tidak sampai menusuk tulang karena bukan pedang. Sambil menikmati indahnya alam dan menikmati pancaran terang dari bintang-bintang dilangit, mendadak kudikejutkan dengan seorang gadis. Yahhh…., dia ternyata gadis depan rumahku. Dia tersenyum padaku dan berkata “kok bengong sendirian, lagi ngelamunin apa nih….” Aku hanya tersenyum, dengan mulut yang menganga dan iler yang mengucur dengan deras dari mulutku. Sambil mengusap ilerku aku menjawab, “ lagi pengen refreshing, bis suntuk pelotot-pelototan dengan monitor.” . Dia tertawa kecil…hii.hii.hiii begitu suaranya.. kecil bukan ? Dia mulai duduk disebelahku. Kami berbincang-bincang. Mulai dari topik kerjaan sampai akhirnya…. Beberapa ekor kunang-kunang menghampiri kami. Terbang melintasi kepala kami berdua. Teringat aku dengan omongan orang tua, kalo kunang-kunang itu berasal dari salah satu bagian tubuh dari orang yang sudah berada di sorga. Kuceritakan padanya tentang hal itu. Dan tiba-tiba dia meneteskan air matanya… dan kepalanya dia sandarkan dipundakku. Akunya tuh yang bingung gitu…. Ada apakah ini, ono opo awakmu, ade ape ne ? ohhhh ternyata dia teringat dengan orang tuanya, dan dia pikir salah satu dari kunang-kunang itu ortunya. Yahh, ingin rasanya aku mengangkat tanganku dan merangkulnya, bukan kesempatan dalam kesempitan loh ya..tapi iya juga sihh. Tapi aku tidak bisa, mengingat dia sudah in relathionship. Biar kupendam keinginan itu, dan kucoba dengan menghiburnyaa dengan cilukkkk baaaa, nang ning nung ning nang ning nung…jep..jep..jep…. \:D/ . Aku katakan “kamu mesti berbahagia, karna orang tuamu mungkin masuk surga, lihat dari langit mereka saat ini sedang menatapmu dengan bangganya. Mereka bangga punya anak yang secantik, setegar kamu.” Dia hany bisa tersenyum dan menatap aku. Tatapan yan penuh arti…. Sambil menatapku, dia bilang klo sebenarnya dia sudah putus dengan cowoknya, karena terlalu dikekang, overprotektif, provokator,koruptor, kolusi dan nepotisme. Yahh intinya perbedaan prinsip lahhh… Dan dia ingin mengatakan sesuatu tapi dia pendam. Dia cuman bilang, “akan sangat indah jika suatu hari nanti apa yang kau rasakan, aku rasakan juga. Apa yang kau pendam bias kauungkapkan. “ mendengar hal itu aku tersentak, berdiri dan berguling-guling. Aku hanya bisa tersenyum dan ada gejolak dalam batinku,” apakah aku katakana padanya, bagaimana perasanku? Waktunya tidak tepat, dia kan habis putus dari pacarnya.”

Malam itu kami berdua hanya terdiam membisu… hanya suara angin dan daun kering yang berjatuhan sesekali..duakali..tigakali…berkali-kali kaleeee.

Selang 2 tahun aku balik ke kota itu, setelah selama 2 tahun aku harus pindah tugas kekota lain. Pikiranku hanya tertuju pada dia, aku mengatakan dalam diriku, kalo rasa, cinta ini mesti kuungkapkan, ketika cinta hanya dipendam, akan menyakiti perasaan, dan hanya menimbulkan tanda Tanya(?) dan bukan tanda seru(!) apalagi tanda petik(‘). Tujuanku yang utama adalah kerumahnya, dan benar setelah dokar itu sampe di depan rumahku, aku langsung menuju ke rumah dia. Teriakan kusir dokar tidak kupedulikan, si kusir berteriak…. Whueeee anak muda, kamu belum bayar ongkoss…

Aku mengetuk pintu rumahnya, sambil membawa bunga yang kubeli di toko bunga deket tiara dewata (gemeh-red.). Bibinyalah yang kulihat ketika pintu dibuka. Dengan wajah yang berbinar-binar, tidak memar dan tidak bernoda kubertanya “Bi, Dia mana ?” Bibinya menjawab, adennn, mari duduk dulu. Setelah kumasuk kerumahnya dan duduk disana bibinya mulai bercerita….. duarrrrrrrrrrr, seperti disambar petir, hatiku seperti terasa dikoyak-koyakk. Kumenangis sejadi-jadinya, terguling-guling dan berteriakkk tidakkkkkkkkkk…..kkkkk. Dia telah pass away, meninggal terbang ke langit ketujuh. Sat itu hari telah malam, keberlari tanpa arah dan sampailah ke taman kota. Disana aku duduk meneteskan air yang keluar lewat mata. Sambil mengenang peremuan terakhir antara aku dan dia, antara aku dan bekas pacarnya antara anyer dan Jakarta ??

Disaat kubersedihh.. seekor kunang-kunang mendekatiku, bergerak memutar dikepalaku sesekali menyentuh tanganku, kunang-kunang yang aneh. Kupikir. Kunang-kunang itu tetap saja mendekatiku walaupun sudah aku jauhkan. Dan kemudian aku teringat dengan cerita orang tua, mungkinkah dia ? sambil merentangkan telapak tanganku sengan posisi seperti orang yang minta-minta, kunang-kunang itu mendarat di telapak tanganku. Aku sambil menangis, mengatakan padanya, “seandainya kamu mendengarku, aku ingin mengatakan sesuatu, dari dulu dan sampai kapanpun aku tetap mencintai kamu, aku tetap sayang padamu dirimu ohhh….. kunang-kunang itupun mendadak nyalanya redup dan mati. Mungkin saja dia bilang iya…aku terima cintamu…. Dia saat ini sudah berada di sorga.. dan mungkin sedang memandangku.. seandainya dari dulu kuungkapkan rasa ini… seandainya….pasti dia akan bersamaku sampai nanti sampai menutup mata.

Dimanakah letak ketidaklogisan kisah ini ?


NB : terinspirasi dari smallville season 1 (Cerita ini hanya fiktif belaka, jika terdapat kesamaan nama[aku,dia,bibi] harap dipermaklumi - red.)

Comments

Timing-nya ngaco :)

timing yang ngaco ? maksudnya gimanakah ? mohon diberi petunjuk suhu

lho.... ini cerita serius atau teka-teki? aku sih nangkepnya puzzle. Awalnya aku baca dari pertama sampai akhir (aku pikir serius), terus mentok di kalimat terakhir: "Dimanakah letak ketidaklogisan kisah ini ?"

Sialan :)

Ya udah, aku scroll lagi ke atas.

Masak, katanya 2 hari lalu sempet ngobrol ama tu cewek... terus di paragraph lain menyiratkan bahwa udah pisah 2 tahun (sejak pindah ke kota lain, sampai saat bertutur) .... gak konsisten kan?

heheheh.

bukannnn he.h.e..

sesungguhnya ketidaklogisan cerita itu ada pada hatimu yang berontak ingin mendapatkan sesuatu yang seharusnya bisa kau raih tapi akhirnya harus kandas hanya karena ketakutan yang tak pernah berakhir...

bagus bisa menilai lebih dalam.. tapi bukan itu...

Judul postingannya menarik.
Sangat tidak logis.
Malam ini si doi baru aja mata-matai seorang cewek yang sedang asik bercumbu.
Terus kok bisa di akhir cerita si doi ke rumah Bibi dan dibilang ceweknya mati. Is she got heart attack or hit by his boyfriend's motor or what?
Terlepas dr masalah logis nggak logis ya, overdramatic banget... ceweknya langsung tiba-tiba mati. Matinya juga nggak tau kenapa. Kan jadi penasaran tuhhh Ini beneran nggak, jangan2 hanya trik si Bibi belaka :D

he..he.. Ade..Ade, bibinya orang terjujur kok yang pernah ada. Spti ayah dan ibunya si gadis.

Memang tidak diceritakan bagaimana si gadis mati. Tapi itulah yg bikin penasaran??

Huwaaa...Hiks, jadi terharu. Cerpen mu bagus Win. Semula aku pikir beneran lo jatuh cintrong ma tetangga. Emang aneh nggak dijelasin napa tuh cwe pass away..
Nggak hepi ending...

Kacauuuuu ceritanya,kalo bikin cerita yang serius duonk biar yang baca pada hanyut terus kelelep lep... lep... lep ... helpppp.....helpppp....

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .