« baju gembel | Main | Kepastian »

jomblo sebuah pilihan

aku punya temen, dia bukan oon bukan pula dongo', dia sering dikatakan homo padahal bukan gay
tiap malam minggu dia hanya sendirian dirumah nongkrong nonton extravaganza, ditemani mahluk "penghisap darah"
yang kelaparan. Bukannya dia tidak laku, dan bukan juga jelek. Orangnya ganteng, baik care sama family, sudah menuju
ke taraf kemapanan. Kata dia sih belum mau nyari "soulmate" nya. walaupun jauhhh di lubuk hatinya paling dalam
dia butuh cewek buat "pengetis" hatinya. Sebagai pasangan untuk mencurahkan "metta" nya. Banyak cewek yang tertarik dengannya,
tapi belum ada satupun yang bisa mgengetuk apalagi masuk ke pintu hatinya. Kadang dia berpikir apanya yang salah ?

Hidup berpasang-pasangan, baik sebagai suami istri, baik sebagai sejoli yang belum berkomitmen untuk menempuh hidup berumah tangga, merupakan sebuah pilihan di dalam hidup.
Termasuk Jomblo. Menjadi jomblo, menjadi seseorang sebagai individu yang tidak terikat oleh sebuah relationship. Individu yang masih "bebas".
Individu yang masih pengen menjalani hidup ini dengan kesendiriannya, mencurahkan "metta" nya buat temen-temennya, dan terutama family nya.
Menjomblo bukanlah sesuatu yang buruk. Karena sebuah pilihan, tentu saja orang berhak untuk memilih untuk menjadi jomblo.
Ada yang mengatakan bahwa orang diciptakan ke dunia ini berpasang-pasangan. Seperti konsep yin - yang. Konsep keseimbangan. Ada hitam ada putih, ada baik ada buruk
ada pejantan ada betina, ada cewek ada cowok. Tapi bukankah ada orang yang sampe hari tuanya tidak memiliki pasangan alias menjomblo sampai tua ?
namanya juga sebuah pilihan, mungkin dia asyik, enjoy dengan hidupnya yg menjomblo sampai hari tuanya dan sampai menutup mata.

Menjomblo bukan berarti bisa hidup bebas sebebas-bebasnya. Menjomblo pun memiliki tanggung jawab di dalam hidup.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap keluarga terhadap masyarakat. Terhadap istri ? ya belumlah... pan menjomblo...
Menjomblo juga bisa berbagi kok, berbagi dengan keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Baik berbagi masalah, kesenangan, kesedihan,
derita, penyakit menular ??? 

Ketka ada keinginan untuk mengakhiri hidup berjomblo, dan ingin menemukan "soulmate" nya, maka harus  siap dengan menyediakan strategi.
Strategi untuk menemukan "soulmate" itu. Ada beberapa cara untuk menemukan "soulmate" untuk diri sendiri. Biasa disebut dengan 3B.

B yang pertama : Berusaha, berusahalah untuk menemukan soulmate, dengan mencari temen, memperluas pergaulan dan juga sering "menggauli" ??,
rajin datang ke acara-acara keluarga, seperti nikahan. Sempatkan diri untuk nongkrong di mall-mall, jangan dikuburan, ntar dapetnya kuntilanak.
Berusahalah dulu, tentunya dengan giat. Tanpa berusaha dan hanya diam dirumah, nongkrong di depan tv sambil menghayalkan kalo2x artis bakalan singah dirumah,
mana bisa ???

B yang kedua : Berdoa, ketika semua usaha sudah dilakukan, mulai dari A - Z, mulai dari 1 -100, belum juga berhasil. Mulailah untuk mendekatkan diri ke Tuhan. Rajin-rajin bersembahyang, berdoa. Berdoanya
di tempat ibadah, jangan datang ke dukun dan berdoa disana. Minta ilmu pengasih ato uang kepeng arjuna ato pis bolong rejuna. Berdoalah di tempat yang benar, dengan pikiran benar dan dengan keinginan yang benar tulus dan ikhlas.
Orang yang percaya dengan yang namanya mujizat, mungkin suatu saat akan terbukti. Berdoa untuk meyakinkan diri, untuk menambah percaya diri dan untuk mengambil keputusan yang benar. Tentunya dengan rajin sembahyang apalagi sampai ke tempat-tempat ibadah,
siapa tau secara tidak sengaja, bisa menemukan "soulmate" nya di tempat ibadah. Kan bagus tuh, bisa mendapatkan seseorang yang beriman. Tapi ingat loh tujuan utama datang ke tempat ibadah buat beribadah.

B yang ketiga dan yang paling penting adalah bercermin. Lihat rupamu jelek tidak ??? he.h.e...he...  just kidding. Bercermin berarti melihat kedalam diri, instropeksi diri,
ada apa sih dengan saya, apa yang salah dari diri saya, apa sebabnya sehingga sampai saat ini belum mendapatkan "soulmate". Mungkin jadi orang memiliki sifat yang tinggi hati,
mungkin kriteria pasangan yang dipilih terlalu tinggi tidak sesuai dengan kemampuan sendiri, mungkin lebih memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, daripada mencoba
untuk menjalaninya, ato mungkin pilih2x pilih bekul ? akhirnya mendapatkan bikul ???
Dengan mengutamakan intropeksi terhadap diri sendiri, bisa membuat orang menjadi orang yang mengetahui kelemahan sendiri
dan tidak dengan mudah menyalahkan orang lain sehingga tidak menjadi orang yang takabur.

Ketika berhasil menemukan "soulmate" saatnya meninggalkan status jomblo menjadi in relathionship.
Tidak ada lagi kata-kata homo, lesbian, perawan tua, perjaka tong-tong. He..he..he...

Perlu juga diingat, jomblo merupakan sebuah pilihan, hidup berpasangan juga merupakan sebuah pilihan, pilihan dalam mengarungi kehidupan, tidak harus.
Semuanya memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Asal siap menjalaninnya ya jalani saja...

bagi jomblo-jomblo ingatlah, hari kemenangan akan segera tiba ??/

(diilhami oleh lagunya saykoji - jomblo)

Comments

mas2...homo dan lesbian kan bukan brarti jomblo.mereka juga punya pasangan.dan itu juga sebuah pilihan.
being hetero is not normal it just a common :)

Woi...
Itu adalah jomblo yang punya harga diri... (layaknya samurai)
jomblo yang idealis.. (layaknya mahasiswa pintar)
jomblo dengan experience point tinggi (layaknya char di game RPG)

maybe,perhaps,probably homo,gay,lesbian or heterosex is common in the other country but not really in Indonesia.. being it is a choice too :)

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .