Pilihan
dalam menjalani kehidupan ini, kita akan dihadapkan terhadap pilihan-pilihan hidup
dari mau lahir saja sudah dihadapkan pada pilihan, mau lahir liwat perut (cesar) ato liwat itu.
minum asi ato minum susu kalengan. Apalagi semakin gede dan dewasa, banyak dihadapkan pada pilihan-pilihan yang menentukan kelangsungan hidup. Setiap pilihan yang kita tentukan pasti ada resikonya, baik itu positif maupun negatif. Baik buat kita belum tentu baik buat orang lain. buruk buat kita belum tentu buruk buat orang lain. Kita harus berani bertanggungjawab terhadap pilihan yang kita pilih. Dalam menentukan pilihan mesti melihat dengan jelas pilihan yang akan dipilih, mencermati akibat dari pilihan yang ditentukan. Seperti misalnya menentukan pasangan hidup, kita suka sayang dan cinta pada calon pasangan hidup, tapi suka sayang dan cinta kita terhadap dia belum tentu dinilai dengan cara yang sama oleh orang tua kita. Orang tua tentulah ingin yang terbaik buat anaknya. Orang tua ingin hal yang buruk yang pernah terjadi pada dirinya tidak dialami oleh anaknya. Apalagi sudah menyangkut masyarakat, lingkungan dan adat di sekitar. Lebih pelik lagi. Disinilah sebagai anak kita pintar-pintar melakukan pendekatan dengan orang uta, berusaha meyakinkan orang tua, bahwa apa yang kita pilih tidaklah salah, dan bisa dipertanggungjawabkan. Sayang kepada orang tua bukan berarti kita mesti mengorbankan apa yang kita yakini benar. Dan bukan juga berarti mengecewakan salah satu pihak. Memang benar orangtua rela berkorban demi anaknya, dan anaknya pun bisa melakukan hal yang sama tanpa mengorbankan cinta yang dia miliki, dan tanpa mengorbankan cinta terhadap orangtuanya. Pengorbanan bisa dilakukan dengan cara yang bervariasi, tidak hanya pada satu hal saja. Jika kita meyakini bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin didalam bercinta, mengapa tidak kita perjuangkan cinta kita ? Mungkin mudah mendapatkan cinta, semudah melepaskannya begitu saja.... tapi tidak semuanya seperti itu
Sebelum memutuskan bercinta, lihatlah dari segala sudut pandang yang bisa kita lihat. Sebelum menentukan sebuah komitmen, persiapkan dengan matang keputusan yang diambil untuk komitmen itu. Bagi orang yang mudah mendapatkan cinta dan mudah melepaskannya, mesti memikirkan juga orang yang diperlakukan seperti itu. Tentukan pilihan dengan cerdas dan berani mengambil resiko dari pilihan yang ditentukan.


Comments